Mengenal Lebih Jauh Tentang CTI (Coral Triangle Initiative)
Apa itu CTI?
CTI atau Coral Triangle Initiative adalah sebuah inisiatif regional yang bertujuan untuk melestarikan dan mengelola sumber daya laut di wilayah Segitiga Koral. Inisiatif ini terkait dengan pentingnya peran ekosistem terumbu karang yang terletak di wilayah 6 negara dan membentuk sebuah "segitiga terumbu karang" (coral triangle). Wilayah ini dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.
Coral Triangle Initiative (CTI) secara resmi diluncurkan pada 15 Mei 2009 di Manado, Indonesia, melalui Deklarasi CTI-CFF (Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security). CTI-CFF memiliki struktur organisasi yang jelas, dengan Sekretariat Regional yang terletak di Manado, Indonesia, dan dipimpin oleh Executive Director.
6 negara yang merupakan bagian dari Coral Triangel Initiative (CTI):
1. Indonesia
2. Malaysia
3. Filipina
4. Timor Leste
5. Papua Nugini
6. Solomon Islands
Tujuan dari Coral Triangle Initiative (CTI):
- Melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati laut.
- Mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pengembangan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Manfaat dari Coral Triangel Initiative (CTI):
- Melindungi ekosistem laut.
- Membantu meningkatkan ketersediaan makanan bagi masyarakat lokal melalui pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan.
- Membantu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui pengembangan ekonomi berkelanjutan.
- Membantu meningkatkan ketahanan ekosistem laut terhadap perubahan iklim dan cuaca.
Sebaran lokasi Coral Triangle Initiative (CTI):
1. Seascapes
2. Kawasan Lindung Laut
3. Wilayah Pesisir
Wilayah pesisir dalam proyek Coral Triangle Initiative (CTI) merujuk pada area daratan yang berbatasan langsung dengan laut dan memiliki interaksi yang erat dengan ekosistem laut. Wilayah pesisir ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan menyediakan sumber daya bagi masyarakat pesisir. Contohnya Hutan Mangrove di wilayah Filipina.
Hidayat, T., dan Ramadhan, M. F. 2025. Diplomasi Lingkungan Indonesia Melalui Coral Triangle Intiative: Peluang dan Tantangan. Jurnal Ilmu Kelautan Lesser Sunda. 5(1): 29-41.
Irawan, J., Sasmito, B., dan Suprayogi, A. 2017. Pemetaan sebaran terumbu karang dengan metode algoritma lyzenga secara temporal menggunakan citra landsat 5 7 dan 8 (studi kasus: Pulau Karimunjawa). Jurnal Geodesi Undip. 6(2): 56-61.
Mujiono, D. I. K., dan Oktaviani, J. 2021. Segitiga Terumbu Karang Dunia (The Coral Triangle): Manfaat, Masalah dan Upaya. Dinamika Global: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional. 6(01).
Riesnandar, E., dan Nuhartonosuro, I. M. 2025. Manajemen Sumber Daya Kelautan dalam Implementasi Blue Economy: Peluang dan Tantangan di Indonesia. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. 8(4): 3645-3652.
Ulfa, M. 2024. Persepsi masyarakat nelayan dalam
menghadapi perubahan iklim (ditinjau dalam aspek sosial ekonomi). Jurnal
Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, Dan Praktek Dalam Bidang Pendidikan Dan
Ilmu Geografi. 23(1): 5.





Komentar
Posting Komentar